Finansial adalah istilah luas yang digunakan untuk menjelaskan banyak aspek dari keuangan atau industri keuangan, seperti misalnya instrumen finansial, layanan finansial, institusi finansial, penasehat finansial atau perencanaan finansial.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sumber-sumber daya finansial anda dan mencapai keberlanjutan yang mapan, anda akan perlu untuk mengelola secara benar semua sumber-sumber pendanaan dan pembiayaan dalam suatu strategi yang menyeluruh untuk organisasi anda.
Mengapa harus memiliki sebuah strategi?
Banyak organisasi mendapatkan pemasukan dari sejumlah sumber pendanaan dan pembiayaan yang berbeda, yaitu misalnya dari donasi, hibah, kontrak dan pemasukan yang dihasilkan dari perdagangan.
Strategi finansial akan memungkinkan organisasi anda untuk menilai kebutuhan finansial anda dan sumber-sumber dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan anda dan memenuhi misi organisasi, sementara juga merencanakan untuk mewujudkan pertumbuhan yang kontinyu demi terciptanya stabilitas.
Strategi finansial anda berasal dari misi anda. Jadi langkah pertamanya adalah untuk mendefinisikan secara jelas apa misi anda dan apa rencana anda untuk mencapai misi anda sebelum mempersiapkan anggaran finansialnya.
Apa yang menjadi misi anda?
Pernyataan misi adalah suatu deklarasi singkat tentang tujuan dan nilai-nilai perusahaan – suatu alasan kenapa ia ada. Misi anda seharusnya adalah sebuah pernyataan niat jangka panjang yang berasal dari visi yang menginspirasi terbentuknya organisasi. Ia bukan merupakan daftar detail tentang apa yang akan anda lakukan, bagaimana anda melakukannya dan kapan akan melakukannya.
Berfokus kepada misi akan membantu anda dalam memindahkan fokus dari apa yang anda lakukan, kepada apa yang ingin anda raih. Setelah misi anda menjadi jelas, anda akan mampu untuk menentukan tujuan-tujuan strategis (jangka menengah dan panjang) yang akan menentukan arah dari organisasi anda.
Dengan arah yang telah jelas, anda bisa menciptakan rencana kerja yang detail yang menguraikan aktivitas-aktivitas operasional yang dibutuhkan untuk mencapai setiap tujuan. Ini akan memastikan bahwa misi dan tujuan finansial anda adalah saling melengkapi satu sama lain dan tidak saling bertentangan.
Referensi:
https://knowhownonprofit.org/funding/fibasics/funding-and-income-basics-2/what-is-a-financial-strategy
Showing posts with label Abjad F. Show all posts
Showing posts with label Abjad F. Show all posts
Monday, February 22, 2016
Sunday, February 21, 2016
Pengertian filosofi bisnis
Filosofi bisnis adalah teori yang digunakan untuk menentukan bagaimana sebuah bisnis menangani area-area operasional yang berbeda, yaitu bagaimana sebuah perusahaan dibentuk dan beroperasi di dalam area-area seperti pembukuan, manajemen, pelatihan, relasi publik, pemasaran dan operasional bisnis.
Selain pengertian di atas, filosofi bisnis adalah seperangkat kepercayaan dan prinsip yang dimiliki oleh perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Ini seringkali dimaksudkan sebagai pernyataan misi atau visi perusahaan. Filosofi bisnis menjelaskan tentang tujuan perusahaan secara keseluruhan. Filosofi tersebut juga menggarisbawahi nilai-nilai yang penting bagi perusahaan. Sebagai sebuah entitas bisnis, filosofi perusahaan adalah refleksi nilai-nilai dari pemimpinnya. Setelah perusahaan menciptakan filosofi bisnisnya, ia harus menanamkan filosofi tersebut kepada para karyawannya.
Jika para karyawan tidak mengetahui tujuan utama dari perusahaan atau nilai-nilai yang dimilikinya, mereka bisa merasa tersesat dalam kehidupan kerja mereka sehari-hari. Para karyawan tidak akan mampu bekerja secara efektif karena mereka tidak benar-benar memahami makna dari apa yang mereka kerjakan. Dengan memapankan pernyataan misi dan visi perusahaan, mereka bisa menghindari isu-isu tersebut.
Sebuah filosofi bisnis yang bagus akan berhasil dalam memantapkan nilai-nilai, kepercayaan dan prinsip-prinsip perusahaan. Menciptakan suatu filosofi akan memakan banyak waktu dan usaha dari pemimpin bisnisnya. Dalam merumuskan filosofinya, pemimpin harus bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa sifat alami dari bisnis saya?” “Siapa pelanggan saya?” “Nilai apa yang penting bagi saya?” dan “Apa visi saya terhadap perusahaan?” Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membentuk dasar dari filosofi bisnis yang kuat.
Setelah perusahaan menciptakan filosofi bisnisnya, maka ia harus mengkomunikasikannya kepada para karyawan. Ada banyak cara untuk melakukannya. Banyak perusahaan mengenalkan filosofi bisnisnya selama proses orientasi karyawan baru. Beberapa perusahaan menampilkan pernyataan misi perusahaan pada website, logo, poster dan sarana lainnya sebagai cara untuk secara kontinyu mengingatkan para karyawan terhadap visi dan misi perusahaan. Apapun cara yang digunakan oleh perusahaan, sangat penting untuk secara efektif mengkomunikasikan filosofinya kepada para karyawan.
Referensi:
http://smallbusiness.chron.com/importance-business-philosophy-37798.html
Selain pengertian di atas, filosofi bisnis adalah seperangkat kepercayaan dan prinsip yang dimiliki oleh perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Ini seringkali dimaksudkan sebagai pernyataan misi atau visi perusahaan. Filosofi bisnis menjelaskan tentang tujuan perusahaan secara keseluruhan. Filosofi tersebut juga menggarisbawahi nilai-nilai yang penting bagi perusahaan. Sebagai sebuah entitas bisnis, filosofi perusahaan adalah refleksi nilai-nilai dari pemimpinnya. Setelah perusahaan menciptakan filosofi bisnisnya, ia harus menanamkan filosofi tersebut kepada para karyawannya.
Jika para karyawan tidak mengetahui tujuan utama dari perusahaan atau nilai-nilai yang dimilikinya, mereka bisa merasa tersesat dalam kehidupan kerja mereka sehari-hari. Para karyawan tidak akan mampu bekerja secara efektif karena mereka tidak benar-benar memahami makna dari apa yang mereka kerjakan. Dengan memapankan pernyataan misi dan visi perusahaan, mereka bisa menghindari isu-isu tersebut.
Sebuah filosofi bisnis yang bagus akan berhasil dalam memantapkan nilai-nilai, kepercayaan dan prinsip-prinsip perusahaan. Menciptakan suatu filosofi akan memakan banyak waktu dan usaha dari pemimpin bisnisnya. Dalam merumuskan filosofinya, pemimpin harus bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa sifat alami dari bisnis saya?” “Siapa pelanggan saya?” “Nilai apa yang penting bagi saya?” dan “Apa visi saya terhadap perusahaan?” Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membentuk dasar dari filosofi bisnis yang kuat.
Setelah perusahaan menciptakan filosofi bisnisnya, maka ia harus mengkomunikasikannya kepada para karyawan. Ada banyak cara untuk melakukannya. Banyak perusahaan mengenalkan filosofi bisnisnya selama proses orientasi karyawan baru. Beberapa perusahaan menampilkan pernyataan misi perusahaan pada website, logo, poster dan sarana lainnya sebagai cara untuk secara kontinyu mengingatkan para karyawan terhadap visi dan misi perusahaan. Apapun cara yang digunakan oleh perusahaan, sangat penting untuk secara efektif mengkomunikasikan filosofinya kepada para karyawan.
Referensi:
http://smallbusiness.chron.com/importance-business-philosophy-37798.html
Subscribe to:
Posts (Atom)